Selasa, 29 Juli 2014

Suara Lama Itu...

Suara lama itu...?
 Dulu suara itu sering mengiang - ngiang ditelinga, sering menyapa lewat pesan pesan, sering berkumandang berpadu dengan angin berlalu disetiap harinya. Menjadikan musik sehari hari yang selalu aku putar dan rindukan. Namun sejak negara api menyerang suara itu tak lagi terdengar lenyap terbakar api menjadi abu yang membekaskan akan kenangan. Tak lagi terdengar, tak lagi menyapa, tak lagi berkumandang. Setengah mati aku merindu akan gangguan gangguan itu. Kini yang menjadikan hobby ku menghapu semua lagu dalam daftar putar itu secara perlahan dan mengisikannya dengan lagu baru yang bertentangan.
Satu tahun...dua tahun...tiga tahun...empat tahun...
sudah berlalu dan aku berhasil menghapusnya meski dengan perasaan tertatih menyayat - nyayat hati. Ditahun kelima ini aku kembali mendengar suara itu ??? suara yang selalu kurindukan namun selalu aku berusaha untuk tidak mengingatnya. Suara itu hadir layaknya bayi yang sedang lahir. 
"menyapa menjawab, meminta menolak, bertanya abaikan" itu yang mampu aku lakukan, padahal aku sangat rinduuuuu sekali.
Entah ini jalan apa aku tak tau, aku hanya berusaha untuk tidak mengingatnya dan tidak mengembalikan akan lagu kusam yang telah ku kemas rapi dan ku lempar ke tong sampah. Jangan sampai usaha empat tahun aku menghapusnya akan sia - sia dengan dantangnya sapaan nama itu?.

Kamis, 24 Juli 2014

CEMENERS

Singkat bagi kita kaum cemeners, yang diam diam jatuh cinta. Cukup berpijak pada planet yang sama memandang langit yang sama dan menghirup aroma oksigen yang sama. itu cukup membahagiankan. Dan dengan mudahnya cemeners merasa jodoh hanya dengan hal hal yang sama dengan kita, seperti seragam sekolah, seragam ngaji, seragam sinoman, segam ibu ibu PKK, bahkan samapi merek kancut yang sama mereka sudah sangat merasa luarbiasa jodohnya. Sulit rasanya terjerat dalam kaum cemeners kita tidak cukup berani untuk menarungkan rasa kami hanya karena tersumbat gengsi. Dan kita terlalu mudahnya merasa jodoh dengan hal hal yang sepele.
Bagi cemeners cewek mempertarungkan rasa itu mungkin sangat sulit. yaa karena tersumbat gengsi disepanjang alliran pembuluh darahnya. dan kita memilih diam sampai saatnya meledak dengan sendirinya boooooommmm... mungkin hanya kode kode nggak jelas yang mampu cemeners lantunkan.yaa kalo yang dikode peka nah kalo tidak jadi bangke tuh kode. mungkin cewek cemeners dilahirkan bukan sebagai wanita petarung tapi sebagai wanita penanti (penanti yang tak pasti ).


Tapi ada sebagian wanita mampu menarungkan rasanya dengan perjuangan yang hebat dengan kegigihannya bergerilya mereka mampu mengalirkan keberaniannya dari sumbatan gengsi demi sesosok pangeran yang dipujanya. biasanya ini dilakukan oleh kaum pemberani karena jiwa mereka jiwa petarung. Alhasil dari mereka ada yang merdeka dan ada yang kandas. namu apabila kandas mereka tetap berjuang yaitu berjuang menerima nasib dan move on tanpa memiliki yang dipuja. namun gue salut dengan wanita wanita petarung setidaknya dia tidak memenjarakan rasanya dan mampu menunjukkan rasanya meskipun kandas, mungkin mereka tidak ingin rasanya membangke dalam sebuah ruang dihatinya.


Jumat, 04 Juli 2014

CERMIN :(



Apakah cermin zaman sekarang mulai berbohong? Kenapa fisik yang dicerminkan tidak seperti pribadi yang dilakukan. Apa ini sebagai ciri kalo cermin mulai berbohong. Banyak orang yang kita lihat ternyata tidak sesuai dengan pemikiran kita. Contoh diatas dapat menimbulkan kita menjadi salah pergaulan. Dan menjadikan kita menjadi takut dalam bersosialisasi. Menjadikan kehilangan kepercayaan dengan orang yang sudah kita percaya. Banyaknya  pengalaman yang dialami menjadikan kita paham akan karakter seseorang yang ada dimuka bumi.banyak orang berpendapat “ cermin tak mungkin bebohong” lalu ada apa dengan cermin zaman sekarang? Kenapa mampu berbohong. So buat kita semua jangan lah melihat orang dari ujung kaki sampai kepala melaikan dari hati yang tersembuyi. dan kini cermin tak lagi sama