Kamis, 24 Juli 2014

CEMENERS

Singkat bagi kita kaum cemeners, yang diam diam jatuh cinta. Cukup berpijak pada planet yang sama memandang langit yang sama dan menghirup aroma oksigen yang sama. itu cukup membahagiankan. Dan dengan mudahnya cemeners merasa jodoh hanya dengan hal hal yang sama dengan kita, seperti seragam sekolah, seragam ngaji, seragam sinoman, segam ibu ibu PKK, bahkan samapi merek kancut yang sama mereka sudah sangat merasa luarbiasa jodohnya. Sulit rasanya terjerat dalam kaum cemeners kita tidak cukup berani untuk menarungkan rasa kami hanya karena tersumbat gengsi. Dan kita terlalu mudahnya merasa jodoh dengan hal hal yang sepele.
Bagi cemeners cewek mempertarungkan rasa itu mungkin sangat sulit. yaa karena tersumbat gengsi disepanjang alliran pembuluh darahnya. dan kita memilih diam sampai saatnya meledak dengan sendirinya boooooommmm... mungkin hanya kode kode nggak jelas yang mampu cemeners lantunkan.yaa kalo yang dikode peka nah kalo tidak jadi bangke tuh kode. mungkin cewek cemeners dilahirkan bukan sebagai wanita petarung tapi sebagai wanita penanti (penanti yang tak pasti ).


Tapi ada sebagian wanita mampu menarungkan rasanya dengan perjuangan yang hebat dengan kegigihannya bergerilya mereka mampu mengalirkan keberaniannya dari sumbatan gengsi demi sesosok pangeran yang dipujanya. biasanya ini dilakukan oleh kaum pemberani karena jiwa mereka jiwa petarung. Alhasil dari mereka ada yang merdeka dan ada yang kandas. namu apabila kandas mereka tetap berjuang yaitu berjuang menerima nasib dan move on tanpa memiliki yang dipuja. namun gue salut dengan wanita wanita petarung setidaknya dia tidak memenjarakan rasanya dan mampu menunjukkan rasanya meskipun kandas, mungkin mereka tidak ingin rasanya membangke dalam sebuah ruang dihatinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar